Tips Memilih Telur, Benarkah Warna dan Ukuran Mempengaruhi Kualitas?

Tips Memilih Telur, Benarkah Warna dan Ukuran Mempengaruhi Kualitas?

Telur merupakan sumber protein yang mudah didapat dan gampang diolah. Tapi, kadang-kadang memilih telur dengan kualitas terbaik bisa bikin bingung. Selain banyak jenis telur, pilihannya juga melibatkan warna dan ukuran, bahkan label yang disematkan seperti diperkaya dengan omega-3, organik, dan vegetarian.

Di antara banyak pilihan itu, yang paling sering dipikirkan orang saat membeli telur adalah warna dan ukuran. Ada yang mengatakan bahwa warna telur cokelat lebih baik daripada yang putih. Begitu juga dengan ukurannya, semakin besar maka semakin bagus. Faktanya?

“Tidak ada perbedaan nutrisi yang signifikan antara telur putih dan cokelat,” ujar Kristen Smith, pakar gizi yang juga juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, yang dilansir dari Livestrong, Sabtu, 13 November 2021. “Perbedaan warna kulit hanya menunjukkan bahwa jenis ayam yang menghasilkan telur itu berbeda,” dia menambahkan.

Faktanya, ayam dapat menghasilkan telur berwarna putih, krem, biru, hijau, cokelat, atau bahkan berbintik-bintik, meskipun supermarket atau toko kelontong paling sering menjual telur berwarna cokelat dan putih. Dibandingkan dengan telur putih, telur cokelat cenderung berukuran lebih besar, menurut USDA, dan biasanya lebih mahal karena biaya produksinya lebih mahal.

Di sebagian besar toko, pembeli juga akan memiliki pilihan ukuran telur. Ini tidak didasarkan pada dimensi telur, tetapi berdasarkan berat bersih per lusin telur. Ukuran bisa kecil, sedang, besar, ekstra besar atau jumbo.

Ukuran telur tidak mempengaruhi kualitas, meskipun nilai gizi telur berubah sebanding dengan ukurannya, menurut USDA.

Telur merupakan sumber vitamin B, selenium, vitamin A, D, E dan K yang baik, serta kolin, nutrisi yang sangat penting untuk kesehatan otak. Plus, telur adalah sumber antioksidan penting, menurut tinjauan Oktober 2015 di jurnal Nutrition.

Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat atau USDA, telur berukuran kecil mengandung sekitar 54 kalori, 4 gram lemak, 5 gram protein, dan 141 miligram kolesterol. Adpaun telur besar memiliki 72 kalori, 5 gram lemak, 6 gram protein, dan 186 miligram kolesterol. Telur berukuran jumbo memiliki kandungan nutrisi yang lebih besar, yakni 90 kalori, 6 gram lemak, 8 gram protein, dan 234 miligram kolesterol.

Sebagian telur juga diklaim diperkaya dengan omega-3 atau vitamin E. “Satu-satunya cara untuk menghasilkan telur dengan tingkat nutrisi yang lebih tinggi adalah dengan memberi makan ayam yang bertelur dengan makanan yang diperkaya nutrisi. Dalam kasus seperti itu, telur dipasarkan sebagai nutrisi atau ditingkatkan, dan kemasannya akan tentukan kandungan nutrisinya,” kata Jen Houchins, ahli gizi dan direktur penelitian nutrisi di American Egg Board’s Egg Nutrition Center.

Pakan ayam juga dapat diperkaya dengan nutrisi yang meningkatkan kadar antioksidan dalam telur dan membuat kuning telur lebih tua, menurut laporan American Journal of Food Technology edisi 2012.

Jadi, bagaimana memilih telur yang baik? Telur mahal belum tentu lebih baik, kata Houchins. “Harga satu jenis telur relatif terhadap jenis telur lainnya bukan merupakan indikator nilai gizi. Sebaliknya, ini merupakan cerminan dari metode pertanian yang digunakan untuk menghasilkan telur.”

Strategi terbaik adalah membuat keputusan berdasarkan tujuan penggunaan telur, preferensi pribadi, dan anggaran. Jika mencari telur yang paling bergizi, telur yang diperkaya nutrisi adalah pilihan terbaik.

QailaSetiap orang pasti akan mengalami patah hati yang mengubah cara pandangnya terhadap cinta seumur hidupnya.

Posting Komentar untuk "Tips Memilih Telur, Benarkah Warna dan Ukuran Mempengaruhi Kualitas?"

Silakan tinggalkan komentar. Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *